INFRASTRUKTUR NEWS

Berita

Peristiwa

Showbiz

Adsvertiser

Daerah

Video

Jumat, 30 Januari 2026

Tak Sekadar Transportasi, KAI Divre II Sumbar Sapa Anak Negeri di Sekolah Terdampak Bencana

PADANG | Bencana banjir yang melanda wilayah Batang Anai, Kabupaten Padang Pariaman, menyisakan dampak mendalam, tak hanya pada infrastruktur, tetapi juga pada dunia pendidikan. Di tengah upaya pemulihan tersebut, PT Kereta Api Indonesia (Persero) Divisi Regional II Sumatera Barat kembali menunjukkan peran sosialnya dengan hadir langsung menyapa sekolah terdampak bencana.

Sebagai wujud nyata komitmen berkelanjutan tanggung jawab sosial perusahaan, KAI Divre II Sumbar bersama PT KA Properti Manajemen (KAI Properti) mendatangi SD Negeri 5 Batang Anai yang berlokasi di Sungai Buluh. Sekolah dasar ini menjadi salah satu fasilitas pendidikan yang terdampak cukup serius akibat banjir dan membutuhkan dukungan agar aktivitas belajar mengajar dapat kembali berjalan optimal.

Kehadiran KAI Group bukan sekadar seremonial. Berbagai bantuan perlengkapan sekolah disalurkan langsung kepada para siswa, mulai dari buku tulis, pena, pensil, hingga kebutuhan belajar lainnya. Tak hanya itu, fasilitas pendukung sekolah berupa kipas angin juga diberikan sebagai bentuk perhatian terhadap kenyamanan ruang kelas pascabencana.

Suasana sekolah yang sebelumnya diliputi trauma dan kekhawatiran perlahan berubah menjadi lebih hangat. Tim KAI Divre II Sumbar dan KAI Properti mengajak para siswa mengikuti kegiatan trauma healing melalui permainan edukatif, interaksi ringan, serta aktivitas yang memicu tawa dan keceriaan. Anak-anak terlihat antusias, larut dalam suasana kebersamaan yang penuh empati.

Di sela kegiatan tersebut, para siswa juga diperkenalkan dengan dunia perkeretaapian. Dengan bahasa sederhana dan pendekatan ramah anak, tim KAI memberikan edukasi tentang keselamatan perjalanan kereta api sekaligus mengenalkan berbagai profesi yang ada di lingkungan PT Kereta Api Indonesia. Edukasi ini menjadi jembatan pengetahuan baru bagi siswa, membuka wawasan mereka tentang transportasi publik dan cita-cita masa depan.

Kepala Humas KAI Divre II Sumatera Barat, Reza Shahab, menegaskan bahwa kegiatan ini merupakan bagian dari kepedulian KAI terhadap masyarakat, khususnya dunia pendidikan yang terdampak bencana alam.

“Kami tidak hanya berfokus pada layanan transportasi yang aman dan andal, tetapi juga memiliki tanggung jawab sosial untuk hadir langsung di tengah masyarakat. Melalui kegiatan ini, kami berharap dapat membantu meringankan beban sekolah dan mengembalikan semangat belajar anak-anak pascabanjir,” ujar Reza.

Menurutnya, pendidikan menjadi sektor penting yang harus segera dipulihkan setelah bencana. Anak-anak membutuhkan dukungan moral dan psikologis agar dapat kembali menjalani aktivitas belajar dengan perasaan aman dan bahagia.

Lebih lanjut, Reza menambahkan bahwa edukasi keselamatan perkeretaapian sejak dini memiliki peran strategis dalam membangun budaya sadar keselamatan di masyarakat. “Keselamatan perjalanan kereta api adalah tanggung jawab bersama. Kami ingin menanamkan pemahaman itu sejak usia dini, sekaligus menginspirasi anak-anak agar berani bermimpi dan mengenal berbagai profesi di dunia perkeretaapian,” tambahnya.

Melalui kegiatan sosial ini, KAI Divre II Sumatera Barat bersama KAI Properti menegaskan komitmennya untuk terus tumbuh dan berkontribusi bersama masyarakat. Kepedulian ini diharapkan tidak hanya membantu pemulihan pascabencana, tetapi juga memberi dampak positif berkelanjutan bagi peningkatan kualitas pendidikan di Sumatera Barat.

Di tengah tantangan pascabencana, kehadiran KAI menjadi bukti bahwa rel kepedulian sosial dapat menjangkau hingga ruang kelas, menjaga harapan, dan menumbuhkan masa depan generasi muda.

TIM RMO

Kamis, 29 Januari 2026

Dari Stasiun Padang, KAI Divre II Sumbar Tanamkan Cinta Transportasi Publik Sejak Usia Dini

SUMBAR | Stasiun Padang tak hanya menjadi tempat datang dan perginya kereta api. Pada Kamis (29/1), stasiun ini berubah menjadi ruang belajar yang penuh keceriaan. Puluhan anak Taman Kanak-kanak tampak antusias mengikuti kegiatan edukasi transportasi kereta api yang digelar PT Kereta Api Indonesia (Persero) Divisi Regional II Sumatera Barat.

Sebanyak 54 siswa dan siswi dari TK Bina Karakter serta TK Bhayangkari Pariaman mengikuti kegiatan ini. Dengan wajah penuh rasa ingin tahu, mereka diperkenalkan pada dunia perkeretaapian secara langsung, mulai dari lingkungan stasiun hingga pengalaman menaiki kereta api sebagai moda transportasi publik.

KAI Divre II Sumatera Barat merancang kegiatan ini sebagai langkah awal menanamkan pemahaman tentang pentingnya transportasi publik sejak usia dini. Anak-anak diajak mengenal kereta api sebagai sarana perjalanan yang aman, nyaman, tertib, dan ramah lingkungan, sekaligus bagian penting dari kehidupan masyarakat modern.

Dalam suasana yang santai dan menyenangkan, para peserta dikenalkan pada berbagai profesi petugas KAI. Mereka juga diajak melihat fasilitas stasiun, memahami alur pembelian tiket, proses naik penumpang, hingga aturan dasar keselamatan selama berada di area perkeretaapian.

Keceriaan semakin terasa ketika anak-anak diajak naik langsung ke atas rangkaian kereta api. Momen ini menjadi pengalaman berharga, karena mereka tidak hanya mendengar penjelasan, tetapi merasakan sendiri bagaimana perjalanan menggunakan transportasi publik.

Tak berhenti di stasiun, KAI Divre II Sumatera Barat juga memfasilitasi perjalanan wisata edukatif menggunakan KA Pariaman Ekspres dengan relasi Stasiun Pariaman–Stasiun Padang pulang pergi. Sepanjang perjalanan, anak-anak belajar duduk tertib, mengikuti arahan petugas, dan menikmati perjalanan kereta api dengan aman.

Kepala Humas KAI Divre II Sumatera Barat, Reza Shahab, menyampaikan bahwa kegiatan edukasi ini dirancang untuk membangun kesadaran sejak dini mengenai pentingnya menggunakan transportasi publik. Menurutnya, pengalaman langsung menjadi cara efektif untuk menanamkan nilai-nilai tersebut kepada anak-anak.

“Melalui kegiatan ini, anak-anak dapat mengenal dunia perkeretaapian secara nyata. Mereka belajar tentang proses perjalanan kereta api, profesi petugas, serta pentingnya disiplin dan keselamatan dalam menggunakan transportasi publik,” ungkap Reza.

Sebagai bentuk apresiasi, KAI juga memberikan souvenir kepada seluruh peserta. Hal ini diharapkan dapat menjadi kenangan manis sekaligus penguat pengalaman positif yang mereka peroleh selama mengikuti kegiatan edukasi.

KAI Divre II Sumatera Barat juga membuka kesempatan bagi masyarakat dan lembaga pendidikan yang ingin mengajukan perjalanan rombongan kereta api sekaligus kegiatan edukasi transportasi. Program ini ditujukan untuk memperluas pemahaman masyarakat, khususnya generasi muda, terhadap manfaat transportasi publik.

Melalui kegiatan edukatif ini, KAI Divre II Sumatera Barat menegaskan komitmennya tidak hanya sebagai penyedia layanan transportasi, tetapi juga sebagai bagian dari upaya membangun budaya tertib, aman, dan berkelanjutan dalam bermobilitas.

Dengan menanamkan kecintaan terhadap transportasi publik sejak usia dini, KAI berharap anak-anak tumbuh menjadi generasi yang sadar akan pentingnya keselamatan, disiplin, serta penggunaan moda transportasi yang efisien dan ramah lingkungan di masa depan.

Wyndoee

Rabu, 28 Januari 2026

Lebaran Kian Dekat, Jalur Kuraitaji–Cimparuh Jadi Fokus Cek Keselamatan KAI Divre II Sumbar

SUMBAR | Menjelang meningkatnya mobilitas masyarakat pada masa Angkutan Lebaran 2026, PT Kereta Api Indonesia (Persero) Divisi Regional II Sumatera Barat tidak ingin mengambil risiko sekecil apa pun. Jalur rel yang menjadi urat nadi pergerakan penumpang dan barang pun dipastikan dalam kondisi prima. Salah satu fokus perhatian kali ini adalah lintas Stasiun Kuraitaji–Cimparuh, yang dikenal memiliki karakter wilayah dengan tantangan alam dan potensi cuaca ekstrem.

Rabu (28/1/2026), jajaran manajemen KAI Divre II Sumbar turun langsung ke lapangan untuk melaksanakan cek lintas menyeluruh. Kegiatan ini bukan sekadar rutinitas teknis, melainkan bagian dari strategi besar memastikan perjalanan kereta api selama Lebaran berlangsung aman, lancar, dan andal.

Sebelum pemeriksaan dimulai, seluruh tim mengikuti safety briefing. Kepala KAI Divre II Sumbar, Muh Tri Setyawan, menegaskan bahwa keselamatan harus menjadi kesadaran kolektif, bukan hanya prosedur di atas kertas. Ia menekankan pentingnya kewaspadaan penuh, kepatuhan terhadap standar operasional, serta penguatan budaya keselamatan kerja di setiap lini.

Dalam arahannya, Muh Tri Setyawan juga menginstruksikan agar seluruh jajaran melakukan pengisian Identifikasi dan Penanganan Risiko (IBPR) secara disiplin. Setiap catatan di lapangan, sekecil apa pun, harus segera ditindaklanjuti sebagai langkah pencegahan sebelum berkembang menjadi potensi gangguan operasional.

Pemeriksaan dilakukan secara detail dan menyeluruh. Mulai dari kondisi rel, bantalan, ballast, wesel, sistem persinyalan, keamanan emplasemen, hingga aset-aset PT KAI di sepanjang lintasan. Tak luput dari perhatian adalah sistem drainase, terutama di titik-titik rawan genangan dan banjir yang kerap menjadi tantangan saat intensitas hujan meningkat.

Selain aspek teknis, perhatian juga diarahkan pada perlintasan sebidang, khususnya perlintasan resmi yang tidak dijaga. Di lokasi-lokasi tersebut, petugas KAI Divre II Sumbar melakukan sosialisasi langsung kepada masyarakat sekitar jalur kereta api, mengingatkan kembali pentingnya disiplin dan kewaspadaan demi keselamatan bersama.

Kepala Humas KAI Divre II Sumbar, Reza Shahab, menjelaskan bahwa cek lintas bukan kegiatan musiman semata. “Pemeriksaan seperti ini merupakan program rutin kami untuk mengidentifikasi potensi bahaya dan memitigasi risiko di lapangan. Namun menjelang Lebaran, intensitas dan fokus pengawasannya tentu kami tingkatkan,” ujarnya.

Reza menyebutkan, setiap hari Divre II Sumbar mengoperasikan 28 perjalanan kereta api penumpang serta 24 perjalanan kereta api barang (klinker/semen). Dengan frekuensi perjalanan yang tinggi tersebut, kepatuhan pengguna jalan di perlintasan sebidang menjadi faktor krusial dalam mencegah kecelakaan.

Ia pun mengingatkan masyarakat agar selalu mendahulukan perjalanan kereta api. “Saat melintasi perlintasan sebidang, tengok kanan dan kiri, patuhi rambu-rambu, serta dengarkan semboyan 35 atau klakson kereta api. Pelanggaran di perlintasan bukan hanya membahayakan nyawa, tapi juga melanggar hukum,” tegasnya.

Menurut Reza, tindakan seperti menerobos palang pintu, mengabaikan rambu lalu lintas, atau tidak menggunakan perlengkapan keselamatan merupakan pelanggaran serius. Hal tersebut diatur dalam UU No. 23 Tahun 2007 tentang Perkeretaapian serta UU No. 22 Tahun 2009 tentang Lalu Lintas dan Angkutan Jalan, dengan konsekuensi pidana maupun ganti rugi apabila mengakibatkan kecelakaan.

Rangkaian kegiatan cek lintas diakhiri dengan safety talk, sebagai sarana evaluasi hasil pemeriksaan dan penegasan tindak lanjut atas temuan di lapangan. Langkah ini menjadi penutup sekaligus penguat komitmen agar setiap catatan keselamatan benar-benar ditangani secara tuntas.

Melalui pemeriksaan langsung di lapangan, KAI Divre II Sumbar memastikan seluruh prasarana perkeretaapian siap mendukung kelancaran Angkutan Lebaran 2026. Sinergi antara kesiapan infrastruktur, disiplin operasional, serta kesadaran masyarakat diharapkan mampu menciptakan perjalanan kereta api yang selamat, aman, dan nyaman.

“Keselamatan adalah prioritas utama kami. Dengan upaya preventif yang dilakukan secara berkelanjutan, KAI Divre II Sumbar berkomitmen menghadirkan layanan transportasi kereta api yang andal dan memberi rasa aman bagi seluruh pelanggan serta masyarakat pengguna jalan,” tutup Reza Shahab.

TIM RMO

Selasa, 27 Januari 2026

Reza Shahab Ungkap Cara Aman Melapor Barang Hilang di Kereta KAI Divre II Sumbar

PADANG | Di tengah meningkatnya mobilitas masyarakat menjelang masa libur sekolah dan Lebaran Idul Fitri 2026, PT Kereta Api Indonesia (Persero) Divisi Regional II Sumatera Barat terus berupaya memastikan setiap perjalanan kereta api berlangsung aman dan nyaman. Tidak hanya dari sisi keselamatan perjalanan, KAI juga memberikan perhatian serius terhadap keamanan barang bawaan penumpang melalui penguatan layanan Lost and Found.

Layanan ini menjadi bukti nyata komitmen KAI Divre II Sumbar dalam menghadirkan pelayanan yang berorientasi pada kenyamanan pelanggan. Kehilangan barang, yang kerap menjadi kekhawatiran penumpang saat bepergian, kini tidak lagi harus berujung kepanikan. KAI telah menyiapkan mekanisme pelaporan dan pencarian yang terintegrasi dan mudah diakses.

Kepala Humas KAI Divre II Sumatera Barat, Reza Shahab, menjelaskan bahwa sepanjang tahun 2024 pihaknya mencatat sebanyak 13 kasus penemuan barang tertinggal di kereta maupun area stasiun, dengan nilai estimasi mencapai Rp36,65 juta. Seluruh barang tersebut berhasil dikembalikan kepada pemiliknya.

Memasuki tahun 2025, angka tersebut justru mengalami peningkatan. Tercatat 17 kasus barang tertinggal dengan estimasi nilai sekitar Rp46,15 juta. Meski jumlahnya bertambah, Reza menegaskan bahwa seluruh barang temuan kembali ke tangan pemiliknya masing-masing melalui prosedur yang telah ditetapkan.

“Barang yang tertinggal sangat beragam, mulai dari tas, ponsel, laptop, dompet, hingga perhiasan. Prinsip kami jelas, setiap barang yang ditemukan adalah amanah yang harus dikembalikan kepada pemiliknya,” ujar Reza Shahab.

Ia menjelaskan, ketika petugas menemukan barang tertinggal, langkah pertama yang dilakukan adalah mengumumkannya melalui pengeras suara di stasiun. Jika pemilik belum juga datang, barang tersebut akan diamankan di pos pengamanan, diberi label identitas, dan dicatat secara rinci dalam database Lost and Found KAI.

Menariknya, sistem Lost and Found KAI telah terintegrasi secara daring antarstasiun di seluruh wilayah operasional. Hal ini memungkinkan penumpang untuk melaporkan kehilangan dan melakukan pengecekan barang tanpa harus berada di lokasi awal kehilangan.

“Melalui sistem terintegrasi ini, penumpang bisa melapor ke stasiun terdekat, menghubungi petugas di kereta, atau melalui Contact Center KAI 121. Proses pencarian menjadi lebih cepat, transparan, dan efektif,” jelas Reza.

Selain mengandalkan sistem, KAI Divre II Sumbar juga mengedepankan peran petugas di lapangan. Kondektur, Polsuska, hingga petugas stasiun dibekali prosedur penanganan barang temuan agar setiap laporan dapat ditindaklanjuti secara profesional dan bertanggung jawab.

Reza juga mengingatkan bahwa kewaspadaan penumpang tetap menjadi kunci utama. Ia mengimbau agar pelanggan selalu memeriksa kembali area tempat duduk, rak bagasi, dan barang pribadi sebelum turun dari kereta.

“Kami mengajak pelanggan membawa barang secukupnya dan selalu melakukan pengecekan ulang. Namun jika kehilangan tetap terjadi, jangan ragu untuk melapor. KAI hadir untuk membantu,” tegasnya.

Dengan penguatan layanan Lost and Found ini, KAI Divre II Sumbar berharap setiap perjalanan kereta api tidak hanya menjadi sarana transportasi, tetapi juga pengalaman yang aman, nyaman, dan menyenangkan bagi seluruh pelanggan.

Langkah ini sekaligus menegaskan bahwa pelayanan publik yang humanis dan responsif menjadi bagian tak terpisahkan dari transformasi layanan KAI di Sumatera Barat, terutama dalam menghadapi lonjakan penumpang pada momen-momen penting nasional.

TIM RMO

Senin, 26 Januari 2026

Walking Train Sawahlunto 2026, Ikhtiar Bersama Merawat Jalur Kereta Api Bersejarah

SAWAHLUNTO | Langkah kaki puluhan peserta menyusuri rel tua Sawahlunto pada Minggu, 25 Januari 2026, bukan sekadar perjalanan wisata. Ia adalah perjalanan ingatan. Melalui Walking Train Kota Tua Sawahlunto 2026: Napak Tilas Jalur Kereta Api Warisan Dunia, sejarah kembali dihidupkan—dan PT Kereta Api Indonesia (Persero) Divisi Regional II Sumatera Barat hadir sebagai salah satu penjaga utamanya.

Kegiatan ini menjadi ruang temu antara masa lalu dan masa depan. Jalur kereta api yang dahulu menopang denyut industri batubara kolonial, kini menjelma menjadi kekuatan pariwisata berbasis warisan budaya. Bagi Kota Sawahlunto—yang telah diakui UNESCO sebagai Warisan Budaya Dunia—Walking Train bukan sekadar event, melainkan upaya merawat identitas kota.

Inisiasi kegiatan datang dari Komunitas Pecinta Kereta Api Sumatrain, dengan dukungan penuh dari PT KAI Divre II Sumatera Barat, Dinas Kebudayaan Kota Sawahlunto, PT Bukit Asam UPO, Ikatan Uda Uni Sawahlunto, serta berbagai pemangku kepentingan lainnya. Acara ini dibuka langsung oleh Plt. Kepala Dinas Kebudayaan Kota Sawahlunto, Drs. Irzam K., MM, menandai kuatnya sinergi antara komunitas, pemerintah, dan BUMN.

Sebagai operator perkeretaapian nasional, KAI Divre II Sumatera Barat menempatkan kegiatan ini sebagai bagian dari komitmen pelestarian sejarah perkeretaapian. Jalur Sawahlunto bukan sekadar infrastruktur lama, melainkan saksi bisu perjalanan ekonomi, sosial, dan peradaban Sumatera Barat di masa lalu.

Rangkaian Walking Train diawali dari Museum Gudang Ransum, bangunan bersejarah yang merekam kerasnya kehidupan buruh tambang. Dari sana, peserta melangkah menyusuri jejak rel menuju ikon legendaris Lokomotif Uap Mak Itam di kawasan Museum Kereta Api Sawahlunto, hingga menembus dinginnya Terowongan Lubang Kalam—jalur yang dulu menjadi urat nadi pengangkutan batubara.

Setiap titik yang dilewati menghadirkan cerita. Rel-rel tua, bantalan kayu, dan terowongan batu menjadi pengingat bahwa kereta api bukan hanya alat transportasi, tetapi fondasi tumbuhnya sebuah kota. Inilah nilai edukatif yang ingin dihadirkan: sejarah yang bisa disentuh, dilihat, dan dirasakan langsung.

Sekitar 70 peserta dari berbagai kabupaten dan kota di Sumatera Barat turut ambil bagian. Antusiasme mereka mencerminkan meningkatnya minat masyarakat terhadap wisata sejarah yang tidak sekadar rekreatif, tetapi juga sarat pengetahuan dan refleksi.

Kepala Humas PT KAI Divre II Sumatera Barat, Reza Shahab, menegaskan bahwa keterlibatan KAI dalam Walking Train Sawahlunto 2026 melampaui dukungan seremonial. Kegiatan ini juga menjadi medium edukasi keselamatan perkeretaapian kepada publik.

“KAI Divre II Sumatera Barat berkomitmen menghadirkan layanan perkeretaapian yang aman, andal, dan berorientasi pada pelayanan prima. Melalui Walking Train ini, kami mengajak masyarakat untuk meningkatkan kepedulian terhadap keselamatan, khususnya di sekitar jalur dan aset perkeretaapian,” ujar Reza.

Menurutnya, pelestarian aset sejarah harus berjalan beriringan dengan kesadaran akan keselamatan dan keamanan. Jalur kereta api, baik yang masih aktif maupun yang bernilai heritage, adalah bagian dari ruang publik yang perlu dijaga bersama.

Lebih jauh, KAI melihat Walking Train sebagai katalis pengembangan pariwisata lokal. Aktivitas ini berpotensi menggerakkan ekonomi masyarakat, memperkuat citra Sawahlunto sebagai destinasi wisata sejarah, sekaligus memperpanjang usia warisan perkeretaapian agar tetap relevan bagi generasi muda.

“Kami akan terus bersinergi dengan pemerintah daerah dan seluruh pemangku kepentingan untuk mendukung pariwisata berbasis sejarah, sambil memastikan operasional perkeretaapian tetap mengedepankan keselamatan, keamanan, dan kenyamanan pelanggan,” tutup Reza Shahab.

Walking Train Sawahlunto 2026 akhirnya bukan hanya tentang berjalan di atas rel lama. Ia adalah simbol komitmen bersama: merawat warisan dunia, menjaga keselamatan, dan menatap masa depan pariwisata sejarah Sumatera Barat dengan langkah yang mantap.

TIM

Kamis, 22 Januari 2026

Awal Tahun 2026, KAI Divre II Sumbar Pertegas Komitmen Keselamatan di Perlintasan Sebidang

PADANG | Mengawali tahun 2026, PT Kereta Api Indonesia (Persero) Divisi Regional II Sumatera Barat kembali menegaskan satu pesan penting kepada publik: keselamatan di perlintasan sebidang bukan sekadar aturan, melainkan soal nyawa. Komitmen tersebut diwujudkan melalui rangkaian kegiatan edukasi keselamatan yang dilakukan langsung di lapangan, menyasar titik-titik perlintasan sebidang yang bersinggungan langsung dengan aktivitas masyarakat.

Langkah preventif ini menjadi bagian dari upaya KAI Divre II Sumbar untuk menekan potensi kecelakaan yang kerap terjadi akibat kelalaian dan pelanggaran pengguna jalan. Pada awal Januari 2026, sosialisasi keselamatan dilaksanakan di empat titik perlintasan sebidang, yakni Km 11+500 petak jalan Padang–Tabing, serta Km 42+8/9, Km 43+800, dan Km 45+5/6 petak jalan Stasiun Lubuk Alung–Stasiun Kayutanam.

Di lokasi perlintasan, petugas KAI turun langsung menyapa pengguna jalan. Melalui pengeras suara, mereka mengimbau pengendara untuk selalu berhenti, menengok kiri dan kanan, serta mendahulukan perjalanan kereta api. Spanduk keselamatan dibentangkan, sementara stiker dan suvenir berisi pesan keselamatan dibagikan sebagai pengingat akan pentingnya kewaspadaan di jalur perlintasan.

Kepala Humas KAI Divre II Sumbar, Reza Shahab, menyampaikan bahwa kegiatan ini bertujuan membangun kesadaran kolektif masyarakat. Menurutnya, keselamatan tidak bisa hanya mengandalkan sarana dan prasarana, melainkan harus ditopang oleh perilaku disiplin dari setiap pengguna jalan.

Selain edukasi keselamatan, KAI Divre II Sumbar juga menunjukkan kepedulian sosial dengan menyalurkan bantuan sembako kepada para penjaga perlintasan. Bantuan tersebut diberikan tidak hanya kepada penjaga resmi, tetapi juga penjaga perlintasan sukarela dari masyarakat yang selama ini berperan membantu pengamanan di titik-titik perlintasan.

Sepanjang tahun 2025, KAI Divre II Sumbar telah melaksanakan 128 kali kegiatan sosialisasi keselamatan berlalu lintas, baik di perlintasan sebidang kereta api maupun di lingkungan sekolah yang berada di sekitar wilayah operasional. Memasuki tahun 2026, kegiatan sosialisasi tersebut direncanakan berlangsung rutin setiap minggu di lokasi perlintasan yang berbeda.

Reza menjelaskan bahwa palang pintu hanyalah salah satu alat pendukung keselamatan. Rambu berhenti, papan peringatan, semboyan 40, klakson masinis, serta marka keselamatan lainnya merupakan satu kesatuan sistem yang akan efektif apabila dipatuhi secara disiplin oleh pengguna jalan.

KAI Divre II Sumbar juga menyoroti insiden temperan di perlintasan sebidang wilayah Kota Cirebon yang menyebabkan awak kereta api mengalami luka-luka. Peristiwa tersebut menjadi pelajaran penting bahwa pelanggaran di perlintasan sebidang dapat berdampak fatal, tidak hanya bagi pengguna jalan, tetapi juga bagi awak kereta api yang sedang bertugas.

“Keselamatan di perlintasan sebidang adalah tanggung jawab bersama. KAI mengecam segala bentuk pelanggaran yang mengabaikan aturan keselamatan,” tegas Reza. Ia menambahkan bahwa meningkatnya mobilitas masyarakat dan jumlah kendaraan menuntut kewaspadaan ekstra dari semua pihak.

Secara regulasi, pelanggaran di perlintasan sebidang telah diatur dalam Undang-Undang Nomor 23 Tahun 2007 tentang Perkeretaapian dan Undang-Undang Nomor 22 Tahun 2009 tentang Lalu Lintas dan Angkutan Jalan. Namun demikian, KAI Divre II Sumbar tetap mengedepankan pendekatan edukatif dan humanis sebagai langkah utama pencegahan kecelakaan.

Menutup keterangannya, Reza kembali mengajak masyarakat untuk menjadikan disiplin sebagai budaya bersama. “Berhenti, tengok kiri dan kanan, pastikan aman sebelum melintas. Keselamatan adalah kunci,” pungkasnya.

KAI Divre II Sumbar berkomitmen untuk terus meningkatkan keselamatan perjalanan kereta api dan pengguna jalan melalui edukasi berkelanjutan serta penguatan koordinasi dengan pemerintah daerah, BTP, dan seluruh pemangku kepentingan. Masyarakat juga diimbau berperan aktif dengan melaporkan potensi bahaya atau aktivitas mencurigakan di jalur kereta api melalui stasiun terdekat, Contact Center KAI 121, WhatsApp 08111-2111-121, email cs@kai.id, atau media sosial KAI121.

TIM

Senin, 19 Januari 2026

Libur Isra Mi’raj Diserbu Penumpang, KAI Divre II Sumbar Catat Okupansi Tembus 102 Persen

PADANG | Masa libur Isra Mi’raj Nabi Muhammad SAW 1447 Hijriah menjadi momentum penting yang kembali menegaskan peran strategis kereta api sebagai tulang punggung transportasi publik di Sumatera Barat. Dalam rentang waktu tiga hari, sejak 16 hingga 18 Januari 2026, PT Kereta Api Indonesia (Persero) Divisi Regional II Sumatera Barat mencatat lonjakan signifikan jumlah penumpang, dengan tingkat keterisian kursi bahkan melampaui kapasitas yang tersedia.

Data resmi KAI Divre II Sumbar menunjukkan, sebanyak kurang lebih 21.000 pelanggan memanfaatkan layanan kereta api pada periode tersebut. Angka ini setara dengan 102,46 persen dari total kapasitas tempat duduk yang disediakan sebanyak 20.496 kursi. Capaian tersebut tidak hanya mencerminkan tingginya mobilitas masyarakat saat libur panjang, tetapi juga menandai meningkatnya kepercayaan publik terhadap layanan kereta api di Ranah Minang.

Kepala Humas KAI Divre II Sumatera Barat, Reza Shahab, menyebut tingginya okupansi tersebut sebagai sinyal positif bagi perkembangan transportasi publik di daerah. Menurutnya, kereta api kini semakin dipandang sebagai moda yang aman, nyaman, dan andal, khususnya saat momen-momen krusial seperti libur keagamaan dan akhir pekan panjang.

“Okupansi yang menembus angka 100 persen lebih menjadi bukti nyata bahwa kepercayaan masyarakat terhadap kereta api di Sumatera Barat terus tumbuh. Ini menjadi motivasi bagi kami untuk terus menjaga dan meningkatkan kualitas layanan,” ujar Reza.

Dari sisi pergerakan penumpang, Stasiun Padang kembali menegaskan posisinya sebagai simpul transportasi utama di Sumatera Barat. Selama masa libur Isra Mi’raj, stasiun ini mencatat jumlah kedatangan sebanyak 6.247 penumpang dan keberangkatan 6.073 penumpang, tertinggi dibandingkan stasiun lainnya.

Selain Stasiun Padang, tingginya mobilitas juga tercatat di Stasiun Pariaman, Air Tawar, Naras, hingga Bandara Internasional Minangkabau (BIM). Fakta ini menunjukkan bahwa jaringan kereta api lokal telah menjadi pilihan utama masyarakat dalam menjangkau berbagai destinasi, baik untuk keperluan mudik singkat, wisata, maupun aktivitas keluarga.

Untuk memastikan kelancaran layanan di tengah lonjakan penumpang, KAI Divre II Sumbar mengoperasikan tiga kereta api lokal andalan, yakni KA Minangkabau Ekspres relasi Pulau Aie–BIM, KA Pariaman Ekspres relasi Pauh Lima–Naras, serta KA Lembah Anai relasi Kayutanam–Padang. Ketiga layanan tersebut terbukti efektif menopang arus mobilitas masyarakat selama libur panjang.

Reza menegaskan, keberadaan KA lokal tidak hanya berfungsi sebagai sarana transportasi, tetapi juga memiliki peran strategis dalam mendukung konektivitas antardaerah. Akses yang semakin mudah dan terjangkau turut mendorong pergerakan sektor pariwisata serta aktivitas ekonomi masyarakat di sepanjang jalur kereta api.

Dengan tarif yang ramah di kantong dan fasilitas yang terus ditingkatkan, kereta api kini kian diminati oleh masyarakat lokal maupun wisatawan. Ketepatan waktu, kenyamanan perjalanan, serta faktor keselamatan menjadi nilai tambah yang membuat moda ini semakin kompetitif dibandingkan transportasi darat lainnya.

Di tengah tingginya minat masyarakat, KAI Divre II Sumbar juga mengingatkan pelanggan untuk selalu membeli tiket melalui kanal resmi, terutama aplikasi Access by KAI. Langkah ini penting untuk menghindari potensi penipuan serta memastikan perjalanan yang aman dan terjamin.

“Kami terus berinovasi, baik dari sisi operasional, fasilitas, maupun layanan pelanggan. Komitmen kami adalah menghadirkan transportasi yang modern, andal, dan benar-benar berorientasi pada kebutuhan masyarakat,” tambah Reza.

Ke depan, KAI Divre II Sumatera Barat memastikan akan terus melakukan evaluasi dan penyesuaian kapasitas, khususnya dalam menghadapi lonjakan penumpang pada momen libur panjang. Dengan perencanaan yang matang dan pelayanan yang konsisten, KAI optimistis kereta api akan semakin mengukuhkan diri sebagai pilihan utama transportasi publik di Sumatera Barat.

TIM

Berita

Daerah

Padang