INFRASTRUKTUR NEWS

Berita

Peristiwa

Showbiz

Adsvertiser

Daerah

Video

Rabu, 03 Juni 2026

Di Bawah Kepemimpinan Yang Adra, KTNA Agam Perkuat Produksi Pangan Nasional Melalui Pemberdayaan Petani

AGAM | Komitmen mendukung Program Makan Bergizi Gratis (MBG) dan memperkuat ketahanan pangan nasional terus ditunjukkan Kontak Tani Nelayan Andalan (KTNA) Kabupaten Agam. Di bawah kepemimpinan Ketua KTNA Kabupaten Agam, Yang Adra, organisasi petani tersebut aktif menggerakkan berbagai program strategis yang menyentuh langsung kebutuhan petani mulai dari penyediaan benih unggul, pengendalian hama, hingga penguatan pengolahan hasil pertanian pascapanen.

Menurut Yang Adra, sektor pertanian merupakan fondasi utama dalam menjaga ketersediaan pangan sekaligus meningkatkan kesejahteraan masyarakat. Karena itu, KTNA Agam terus mendorong lahirnya penangkar-penangkar padi yang mampu menghasilkan benih berkualitas guna meningkatkan produktivitas pertanian di berbagai wilayah Kabupaten Agam.

“Penguatan penangkar padi menjadi salah satu langkah strategis untuk menghadirkan bibit unggul yang mampu meningkatkan hasil panen petani. Ketersediaan benih yang berkualitas akan sangat menentukan keberhasilan produksi pangan di daerah,” ujar Yang Adra, Rabu (3/6/2026).

Selain penguatan benih, KTNA Agam juga menaruh perhatian besar terhadap ancaman hama tanaman yang kerap menjadi penyebab menurunnya hasil produksi petani. Melalui berbagai kegiatan edukasi dan pendampingan lapangan, KTNA terus memberikan pemahaman kepada petani tentang pola tanam yang efektif, penggunaan pestisida yang tepat, serta pentingnya pengendalian hama secara terpadu.

Yang Adra menjelaskan, keberhasilan sektor pertanian tidak hanya ditentukan oleh tingginya hasil panen, tetapi juga kemampuan petani dalam menjaga kualitas produk hingga sampai ke tangan konsumen. Oleh karena itu, KTNA Agam turut mendorong penguatan sektor pascapanen agar hasil pertanian memiliki nilai tambah ekonomi yang lebih tinggi.

Melalui pendampingan manajemen pascapanen, petani dibekali kemampuan dalam menjaga kualitas gabah dan beras, mulai dari proses pengeringan, penyimpanan, hingga pemasaran. Langkah tersebut dinilai sangat penting untuk meningkatkan daya saing produk pertanian lokal sekaligus menjaga stabilitas pasokan pangan masyarakat.

Yang Adra menegaskan bahwa seluruh program yang dijalankan KTNA Agam memiliki tujuan besar, yakni mendukung keberhasilan Program Makan Bergizi Gratis yang saat ini menjadi salah satu prioritas nasional. Ketersediaan bahan pangan yang cukup, berkualitas, dan berkelanjutan menjadi faktor utama dalam menyukseskan program tersebut.

“Program MBG membutuhkan dukungan dari sektor pertanian yang kuat. Karena itu, petani harus menjadi bagian penting dalam rantai keberhasilan program ini. Jika produksi pangan meningkat dan kualitasnya terjaga, maka kebutuhan masyarakat juga dapat terpenuhi dengan baik,” jelasnya.

Lebih lanjut, Yang Adra mengajak seluruh pemangku kepentingan, mulai dari pemerintah daerah, penyuluh pertanian, kelompok tani, hingga masyarakat luas untuk memperkuat kolaborasi dalam membangun ketahanan pangan yang tangguh dan berkelanjutan.

Menurutnya, tantangan sektor pertanian ke depan semakin kompleks, mulai dari perubahan iklim, serangan organisme pengganggu tanaman, hingga fluktuasi harga komoditas. Karena itu, sinergi yang kuat menjadi kunci dalam menjaga stabilitas produksi pangan daerah maupun nasional.

Dengan berbagai langkah pemberdayaan yang terus dilakukan, KTNA Kabupaten Agam optimistis dapat menjadi mitra strategis pemerintah dalam mewujudkan ketahanan pangan nasional. Semangat gotong royong petani, dukungan pemerintah, serta kepemimpinan yang berpihak pada kemajuan sektor pertanian diyakini mampu memperkuat posisi Kabupaten Agam sebagai salah satu daerah penyangga pangan di Sumatera Barat.

Di tengah tantangan yang terus berkembang, Yang Adra memastikan KTNA Agam akan terus hadir mendampingi petani, memperkuat kapasitas produksi, dan mendorong inovasi pertanian sebagai bagian dari kontribusi nyata dalam menyukseskan Program Makan Bergizi Gratis sekaligus menjaga kedaulatan pangan Indonesia untuk masa depan yang lebih baik.

TIM

Peletakan Batu Pertama Gedung Dirlantas Polda Sumbar, Irjen Pol. Gatot Tri Suryanta Perkuat Fondasi Pelayanan Publik

SUMBAR | Peletakan Batu Pertama Pembangunan Gedung Direktorat Lalu Lintas (Ditlantas) Polda Sumatera Barat yang berlokasi di Jalan Nipah, Kota Padang, menjadi momentum bersejarah dalam perjalanan peningkatan pelayanan publik di lingkungan Kepolisian Daerah Sumatera Barat. Di bawah kepemimpinan Kapolda Sumbar Irjen Pol. Gatot Tri Suryanta dan Dirlantas Polda Sumbar Kombes Pol. H.M. Reza Chairul Akbar Sidiq, pembangunan tersebut menjadi simbol nyata komitmen menghadirkan pelayanan yang semakin profesional, modern, humanis, dan berorientasi pada kebutuhan masyarakat. Rabu, 3 Juni 2026.

Momentum tersebut bukan sekadar seremoni pembangunan fisik semata. Lebih dari itu, peletakan batu pertama menjadi penanda dimulainya babak baru transformasi pelayanan lalu lintas di Sumatera Barat yang selama ini terus berkembang mengikuti tuntutan zaman dan kebutuhan masyarakat yang semakin dinamis.

Kehadiran Kapolda Sumbar Irjen Pol. Gatot Tri Suryanta dalam kegiatan tersebut menunjukkan perhatian besar terhadap penguatan sarana dan prasarana pelayanan kepolisian. Sejak memimpin Polda Sumbar, berbagai langkah pembenahan terus dilakukan guna memastikan pelayanan Polri dapat dirasakan langsung manfaatnya oleh masyarakat.

Di sisi lain, Dirlantas Polda Sumbar Kombes Pol. H.M. Reza Chairul Akbar Sidiq menjadi sosok yang berada di garis depan dalam mengawal berbagai program modernisasi pelayanan lalu lintas. Berbagai inovasi yang selama ini dijalankan Ditlantas Polda Sumbar menjadi bukti bahwa pelayanan kepada masyarakat harus terus berkembang dan beradaptasi dengan perubahan.

Pembangunan gedung baru tersebut diharapkan menjadi pusat pelayanan terpadu yang mampu menjawab berbagai kebutuhan masyarakat terkait pelayanan registrasi dan identifikasi kendaraan bermotor, administrasi lalu lintas, edukasi keselamatan berkendara, hingga berbagai layanan lainnya yang berada di bawah naungan Ditlantas Polda Sumbar.

Irjen Pol. Gatot Tri Suryanta menilai bahwa pembangunan infrastruktur merupakan investasi jangka panjang yang sangat penting. Infrastruktur yang baik akan mendukung kualitas kerja personel sekaligus menciptakan kenyamanan bagi masyarakat yang datang untuk mendapatkan pelayanan.

Gedung yang akan dibangun tersebut dirancang untuk mendukung sistem pelayanan modern yang lebih cepat, transparan, dan akuntabel. Seluruh fasilitas nantinya diharapkan mampu menunjang berbagai kebutuhan operasional Ditlantas Polda Sumbar dalam memberikan pelayanan terbaik kepada masyarakat.

Bagi Kombes Pol. H.M. Reza Chairul Akbar Sidiq, pembangunan gedung baru bukan hanya soal menghadirkan bangunan yang megah, tetapi juga menghadirkan semangat baru bagi seluruh personel Ditlantas Polda Sumbar untuk terus meningkatkan profesionalisme dan kualitas pengabdian kepada masyarakat.

Suasana penuh optimisme terlihat selama berlangsungnya kegiatan peletakan batu pertama. Jajaran pejabat utama Polda Sumbar, personel Ditlantas, unsur pelaksana pembangunan, dan para tamu undangan tampak menyambut baik dimulainya pembangunan yang diyakini akan menjadi salah satu fasilitas pelayanan terbaik di lingkungan Polda Sumbar.

Dalam beberapa tahun terakhir, Ditlantas Polda Sumbar dikenal aktif menghadirkan berbagai terobosan pelayanan berbasis teknologi. Kehadiran gedung baru nantinya diharapkan mampu menjadi pusat integrasi berbagai inovasi tersebut sehingga pelayanan kepada masyarakat dapat dilakukan secara lebih efektif dan efisien.

Irjen Pol. Gatot Tri Suryanta menegaskan bahwa pelayanan publik harus terus menjadi prioritas utama seluruh anggota Polri. Kepercayaan masyarakat hanya dapat dibangun melalui kerja nyata, pelayanan yang tulus, serta komitmen untuk terus melakukan perbaikan dalam setiap aspek tugas kepolisian.

Komitmen tersebut sejalan dengan visi yang dibangun oleh Kombes Pol. H.M. Reza Chairul Akbar Sidiq dalam memimpin Direktorat Lalu Lintas Polda Sumbar. Berbagai program yang dijalankan selama ini selalu menempatkan kepentingan masyarakat sebagai fokus utama.

Pembangunan Gedung Ditlantas Polda Sumbar di Jalan Nipah Kota Padang juga menjadi simbol kesiapan institusi dalam menghadapi tantangan pelayanan masa depan. Seiring meningkatnya jumlah kendaraan dan mobilitas masyarakat, kebutuhan akan pelayanan yang cepat dan modern menjadi semakin penting.

Keberadaan gedung baru nantinya diharapkan mampu meningkatkan efektivitas koordinasi internal, mempercepat proses pelayanan, serta menghadirkan lingkungan kerja yang lebih nyaman bagi personel dan masyarakat.

Batu pertama yang diletakkan dalam kegiatan tersebut bukan hanya menjadi fondasi sebuah bangunan, tetapi juga menjadi fondasi harapan baru bagi peningkatan kualitas pelayanan lalu lintas di Sumatera Barat. Harapan akan pelayanan yang semakin mudah, cepat, profesional, dan transparan menjadi tujuan utama pembangunan tersebut.

Melalui sinergi kuat antara Kapolda Sumbar Irjen Pol. Gatot Tri Suryanta dan Dirlantas Polda Sumbar Kombes Pol. H.M. Reza Chairul Akbar Sidiq, pembangunan Gedung Direktorat Lalu Lintas Polda Sumbar menjadi bukti nyata bahwa transformasi pelayanan publik terus berjalan. Dari kawasan Jalan Nipah Kota Padang, lahir optimisme baru bahwa Ditlantas Polda Sumbar akan semakin maju, semakin modern, dan semakin dekat dengan masyarakat yang dilayaninya.

Catatan Redaksi

Polri hadir untuk masyarakat sebagai pelindung, pengayom, dan pelayan yang bekerja menjaga keamanan, keselamatan, ketertiban, dan kelancaran lalu lintas. Melalui pelayanan yang profesional, humanis, transparan, dan berkeadilan, Polri terus membangun kepercayaan publik demi terwujudnya keamanan serta kesejahteraan masyarakat.

TIM RMO

Minggu, 31 Mei 2026

AKBP Agung Tribawanto Kembali Buktikan Keseriusan Polres Pasbar dalam Memberantas Narkoba

PASAMAN BARAT | Komitmen tegas Kapolres Pasaman Barat AKBP Agung Tribawanto, S.I.K., dalam memberantas peredaran dan penyalahgunaan narkotika kembali dibuktikan melalui pengungkapan kasus narkoba yang dilakukan jajaran Satuan Reserse Narkoba Polres Pasaman Barat. Sebanyak empat orang laki-laki berinisial SY (54), DH (48), AF (27), dan HD (34) diamankan dalam penggerebekan di sebuah pondok di Jorong Kampung Cubadak, Nagari Lingkuang Aua Timur, Kecamatan Pasaman, Kabupaten Pasaman Barat, Sumatera Barat, Selasa (26 Mei 2026).

Langkah cepat yang dilakukan jajaran Satresnarkoba tersebut merupakan tindak lanjut dari arahan Kapolres Pasaman Barat AKBP Agung Tribawanto yang terus menekankan pentingnya merespons setiap informasi masyarakat terkait peredaran dan penyalahgunaan narkotika.

Informasi awal berasal dari laporan warga yang merasa resah dengan dugaan aktivitas penyalahgunaan narkoba yang kerap terjadi di kawasan tersebut. Menindaklanjuti laporan itu, Tim Opsnal Satresnarkoba langsung melakukan penyelidikan secara tertutup dan pengintaian di sekitar lokasi yang dicurigai.

Hasil penyelidikan mengarahkan petugas kepada sebuah pondok yang diduga sering dijadikan tempat berkumpul oleh para pengguna narkotika. Setelah memastikan target dan situasi lapangan, petugas bergerak melakukan penggerebekan.

Dalam operasi yang berlangsung cepat dan terukur itu, tiga orang berinisial DH, AF, dan HD berhasil diamankan di dalam pondok. Petugas juga menemukan seperangkat alat hisap sabu atau bong yang diduga baru saja digunakan.

Tidak lama berselang, seorang pria berinisial SY datang menuju pondok tersebut. Petugas yang telah berada di lokasi langsung mengamankan yang bersangkutan untuk dilakukan pemeriksaan lebih lanjut.

Dari hasil pendalaman awal diketahui bahwa pondok yang dijadikan lokasi pesta narkoba tersebut merupakan milik SY. Temuan itu menjadi salah satu petunjuk penting dalam pengembangan kasus.

Penggeledahan yang dilakukan dan disaksikan warga setempat menghasilkan penemuan satu paket kecil yang diduga berisi narkotika golongan I jenis sabu-sabu yang dibungkus plastik klip bening.

Selain paket sabu, petugas juga mengamankan tiga buah mancis, tiga sendok sabu dari pipet plastik, empat buah pipet plastik, tiga buah jarum, dan satu set alat hisap sabu yang masih terdapat sisa kristal diduga sabu pada kaca pireknya.

Tidak hanya itu, tiga unit telepon genggam yang diduga berkaitan dengan aktivitas para pelaku juga turut diamankan sebagai barang bukti untuk kepentingan penyidikan.

Kasat Resnarkoba Polres Pasaman Barat Iptu Andhika menjelaskan bahwa keberhasilan pengungkapan kasus tersebut merupakan bentuk keseriusan Polres Pasaman Barat dalam memberantas penyalahgunaan narkotika hingga ke tingkat akar rumput.

Dari hasil pemeriksaan dan tes urine yang dilakukan, keempat pelaku dinyatakan positif mengandung methamphetamine atau sabu-sabu dalam tubuh mereka.

Fakta tersebut semakin memperkuat dugaan keterlibatan para pelaku dalam penyalahgunaan narkotika sebagaimana yang sedang didalami oleh penyidik.

Dalam kasus ini, salah seorang pelaku yang diamankan diketahui merupakan anak mantan pejabat daerah di Kabupaten Pasaman Barat. Namun demikian, hal itu tidak mempengaruhi proses penegakan hukum yang sedang berjalan.

Kapolres Pasaman Barat AKBP Agung Tribawanto menegaskan bahwa pihaknya tidak akan memberikan perlakuan khusus kepada siapa pun yang terlibat dalam tindak pidana narkotika.

Menurutnya, seluruh proses hukum akan dilakukan secara profesional, transparan, objektif, dan berdasarkan alat bukti yang dimiliki penyidik.

"Siapa pun yang terlibat dalam penyalahgunaan maupun peredaran narkotika akan diproses sesuai hukum yang berlaku. Tidak ada perlakuan istimewa dan tidak ada yang kebal hukum," tegas AKBP Agung Tribawanto.

Saat ini keempat pelaku berikut seluruh barang bukti telah diamankan di Mapolres Pasaman Barat guna menjalani proses penyidikan lebih lanjut.

Berdasarkan fakta yang ditemukan di lokasi dan hasil tes urine para pelaku, penyidik mendalami dugaan pelanggaran Pasal 112 ayat (1) juncto Pasal 127 ayat (1) huruf a Undang-Undang Nomor 35 Tahun 2009 tentang Narkotika.

Pasal 112 ayat (1) mengatur tentang kepemilikan, penyimpanan, penguasaan, atau penyediaan narkotika golongan I bukan tanaman dengan ancaman pidana penjara paling singkat 4 tahun dan paling lama 12 tahun, serta denda paling sedikit Rp800 juta dan paling banyak Rp8 miliar.

Sementara itu, Pasal 127 ayat (1) huruf a mengatur tentang penyalahguna narkotika golongan I bagi diri sendiri dengan ancaman pidana penjara paling lama 4 tahun, dengan tetap memperhatikan ketentuan rehabilitasi sesuai hasil asesmen dan proses hukum yang berlaku.

Kapolres Pasaman Barat AKBP Agung Tribawanto kembali mengingatkan masyarakat bahwa perang melawan narkoba membutuhkan dukungan seluruh elemen masyarakat. Ia mengajak warga untuk tidak ragu melaporkan setiap aktivitas mencurigakan yang berkaitan dengan narkotika demi menyelamatkan generasi muda dan menjaga Pasaman Barat tetap aman dari ancaman barang haram tersebut.

Catatan Redaksi:

Polres Pasaman Barat di bawah kepemimpinan AKBP Agung Tribawanto terus menunjukkan komitmen dalam menjaga keamanan dan keselamatan masyarakat melalui pemberantasan narkotika. Penegakan hukum yang profesional dan tidak pandang bulu merupakan wujud nyata kehadiran Polri untuk melindungi masyarakat dari bahaya narkoba yang dapat merusak masa depan bangsa.

TIM RMO

Sabtu, 30 Mei 2026

Semangat Waisak 2026, Kombes Pol. H.M. Reza Chairul Akbar Sidiq Ajak Masyarakat Bangun Budaya Tertib dan Damai

SUMBAR | Dalam suasana penuh kedamaian dan refleksi spiritual, Direktur Lalu Lintas Polda Sumatera Barat Kombes Pol. H.M. Reza Chairul Akbar Sidiq, S.H., S.I.K., M.H., bersama Wadirlantas Polda Sumbar AKBP Yudho Huntoro, S.I.K., M.I.K., menyampaikan ucapan Selamat Hari Raya Tri Suci Waisak 2569 BE/2026 kepada seluruh umat Buddha yang merayakannya. Ucapan tersebut disampaikan sebagai bentuk penghormatan terhadap keberagaman dan semangat persaudaraan yang terus terjaga di Sumatera Barat, Minggu (31 Mei 2026).

Perayaan Hari Raya Waisak tidak hanya menjadi momentum keagamaan bagi umat Buddha, tetapi juga menjadi pengingat bagi seluruh masyarakat tentang pentingnya nilai-nilai kemanusiaan, kasih sayang, dan perdamaian dalam kehidupan sehari-hari.

Kombes Pol. H.M. Reza Chairul Akbar Sidiq menegaskan bahwa keberagaman yang dimiliki bangsa Indonesia merupakan kekuatan besar yang harus terus dirawat dan dijaga bersama. Melalui semangat Waisak, masyarakat diajak untuk semakin menghormati perbedaan dan memperkuat rasa persatuan.

Menurutnya, makna Waisak sangat relevan dengan kehidupan modern saat ini, di mana setiap individu dituntut untuk mampu mengendalikan diri, menjaga sikap, serta menebarkan kebaikan kepada sesama tanpa memandang latar belakang.

Dalam pesan yang disampaikan, Dirlantas Polda Sumbar juga mengajak masyarakat untuk menjadikan Hari Raya Waisak sebagai momentum menyucikan pikiran, ucapan, dan perbuatan sehingga tercipta lingkungan sosial yang harmonis dan penuh toleransi.

Selain itu, nilai-nilai kebijaksanaan yang terkandung dalam Waisak dinilai memiliki peran penting dalam membangun kesadaran kolektif masyarakat untuk menjaga ketertiban dan keamanan bersama.

Sebagai institusi yang bertugas melayani masyarakat, Ditlantas Polda Sumbar terus berkomitmen menghadirkan pelayanan yang humanis, profesional, dan berorientasi pada keselamatan seluruh pengguna jalan.

Kombes Pol. H.M. Reza Chairul Akbar Sidiq menilai bahwa keselamatan berlalu lintas juga merupakan bagian dari wujud kepedulian terhadap sesama. Menghargai hak pengguna jalan lain merupakan bentuk nyata penerapan nilai kemanusiaan dalam kehidupan sehari-hari.

Melalui momentum Hari Raya Waisak, masyarakat diharapkan semakin memperkuat semangat gotong royong, kepedulian sosial, serta rasa tanggung jawab terhadap lingkungan sekitar.

AKBP Yudho Huntoro turut menyampaikan harapan agar perayaan Waisak tahun ini membawa ketenangan batin, kebahagiaan, serta keberkahan bagi seluruh umat Buddha di Sumatera Barat dan Indonesia pada umumnya.

Pesan yang disampaikan jajaran Ditlantas Polda Sumbar tersebut menjadi cerminan hadirnya Polri sebagai institusi yang menghormati keberagaman sekaligus menjaga harmoni kehidupan bermasyarakat.

Dengan semangat Hari Raya Waisak 2026, Ditlantas Polda Sumbar berharap nilai kasih sayang, kebijaksanaan, dan kedamaian dapat terus tumbuh dalam kehidupan masyarakat sehingga tercipta Sumatera Barat yang aman, tertib, damai, dan sejahtera.

Catatan Redaksi:

Polri hadir untuk masyarakat sebagai pelindung, pengayom, dan pelayan yang bekerja menjaga keamanan, menegakkan hukum dengan adil, serta membangun rasa aman melalui pendekatan humanis, profesional, dan bertanggung jawab. Tujuannya adalah terciptanya kepercayaan, ketertiban, dan kehidupan sosial yang harmonis di tengah masyarakat.

TIM RMO

AKBP Agung Tribawanto, S.I.K. Ucapkan Selamat Waisak, Harapkan Pasaman Barat Tetap Aman, Damai, dan Sejuk

PASAMAN BARAT | Kapolres Pasaman Barat AKBP Agung Tribawanto, S.I.K., beserta jajaran Polres Pasaman Barat dan Bhayangkari Cabang Pasaman Barat menyampaikan ucapan Selamat Hari Raya Tri Suci Waisak 2570 BE Tahun 2026 kepada seluruh umat Buddha yang merayakan. Pesan tersebut menjadi wujud penghormatan terhadap keberagaman serta komitmen Polri dalam menjaga keharmonisan kehidupan bermasyarakat di Kabupaten Pasaman Barat, Minggu (31 Mei 2026).

Perayaan Waisak merupakan salah satu momen sakral yang mengandung nilai-nilai luhur tentang kedamaian, kasih sayang, kebijaksanaan, dan pengendalian diri. Nilai-nilai tersebut dinilai sangat relevan dalam memperkuat persatuan di tengah kehidupan masyarakat yang majemuk.

AKBP Agung Tribawanto menyampaikan bahwa keberagaman yang dimiliki bangsa Indonesia merupakan anugerah yang harus dijaga bersama. Perbedaan keyakinan, budaya, dan latar belakang hendaknya menjadi kekuatan untuk membangun persaudaraan yang semakin erat.

Menurutnya, semangat Waisak mengajarkan pentingnya menghormati sesama manusia, menjaga sikap saling menghargai, serta mengedepankan nilai kemanusiaan dalam setiap aspek kehidupan.

Kapolres juga mengajak seluruh masyarakat Pasaman Barat untuk terus memelihara suasana aman, damai, dan kondusif sehingga berbagai aktivitas sosial, ekonomi, maupun keagamaan dapat berjalan dengan baik.

Di tengah dinamika kehidupan masyarakat yang terus berkembang, Polres Pasaman Barat berkomitmen hadir memberikan rasa aman kepada seluruh lapisan masyarakat tanpa membedakan suku, agama, maupun golongan.

Semangat toleransi yang tumbuh di Kabupaten Pasaman Barat selama ini menjadi modal sosial yang sangat penting dalam menjaga stabilitas daerah dan memperkuat pembangunan.

AKBP Agung Tribawanto menilai bahwa kehidupan yang harmonis hanya dapat terwujud apabila seluruh elemen masyarakat memiliki kesadaran untuk saling menghormati serta menjunjung tinggi nilai persaudaraan.

Momentum Hari Raya Waisak juga menjadi kesempatan bagi seluruh masyarakat untuk melakukan refleksi diri, memperkuat kepedulian sosial, dan meningkatkan semangat berbagi kepada sesama.

Polres Pasaman Barat terus mendukung terciptanya lingkungan yang aman dan nyaman bagi seluruh umat beragama dalam menjalankan ibadah dan perayaan keagamaan masing-masing.

Melalui semangat Waisak, diharapkan tumbuh kesadaran bersama bahwa kedamaian dan kerukunan merupakan tanggung jawab seluruh komponen bangsa.

AKBP Agung Tribawanto berharap Hari Raya Waisak 2026 membawa kebahagiaan, ketenangan, keberkahan, serta memperkuat persatuan dan kesatuan masyarakat di Kabupaten Pasaman Barat.

Catatan Redaksi

Polisi hadir untuk masyarakat sebagai pelindung, pengayom, dan pelayan yang bekerja menjaga keamanan, menegakkan hukum dengan adil, serta membangun rasa aman melalui pendekatan humanis, profesional, dan bertanggung jawab. Tujuannya adalah terciptanya kepercayaan, ketertiban, dan kehidupan sosial yang harmonis di tengah masyarakat.

TIM RMO

Jumat, 29 Mei 2026

Guntur Abdurrahman Ajak Warga Manfaatkan Call Center 110, Dukung Polri Hadir Cepat untuk Masyarakat

PADANG | Akademisi sekaligus advokat Guntur Abdurrahman memberikan apresiasi terhadap berbagai upaya pembenahan yang terus dilakukan institusi Polri dalam meningkatkan kualitas pelayanan kepada masyarakat. Menurutnya, pola pelayanan yang semakin cepat, responsif, dan humanis menjadi salah satu indikator nyata meningkatnya kepercayaan publik terhadap kepolisian.

Guntur menilai, perubahan yang terjadi saat ini menunjukkan komitmen Polri untuk terus beradaptasi dengan kebutuhan masyarakat yang menginginkan pelayanan yang profesional, terbuka, dan mudah diakses. Respons cepat terhadap berbagai laporan maupun pengaduan warga menjadi bukti bahwa kepolisian terus berupaya menghadirkan rasa aman dan nyaman di tengah kehidupan masyarakat.

Menurutnya, keberadaan Polri tidak hanya berfungsi sebagai aparat penegak hukum, tetapi juga sebagai mitra masyarakat yang memiliki peran penting dalam menjaga stabilitas keamanan, ketertiban, serta keharmonisan sosial.

Karena itu, ia mengajak masyarakat untuk tidak ragu berkomunikasi dan melaporkan berbagai persoalan yang terjadi di lingkungan sekitar kepada pihak kepolisian agar dapat ditangani secara cepat dan tepat.

“Hadirnya layanan Call Center 110 patut mendapatkan apresiasi. Masyarakat jangan ragu memanfaatkan layanan tersebut ketika membutuhkan bantuan atau ingin menyampaikan laporan. Polisi akan merespon dan menindaklanjuti setiap laporan yang masuk. Yang terpenting, layanan ini tersedia selama 24 jam dan dapat diakses secara gratis,” ujar Guntur Abdurrahman, Jumat (29/5).

Menurut Guntur, keberadaan layanan 110 merupakan bentuk nyata komitmen Polri dalam memberikan akses yang mudah bagi masyarakat untuk memperoleh bantuan maupun menyampaikan pengaduan kapan saja saat dibutuhkan.

Ia menambahkan, pelayanan publik yang baik harus dibangun melalui komunikasi yang sehat antara aparat dan masyarakat. Oleh sebab itu, ruang dialog yang terbuka dan transparan perlu terus diperkuat agar aspirasi, masukan, maupun kritik dari masyarakat dapat menjadi bahan evaluasi dalam peningkatan kualitas pelayanan.

Kepercayaan publik, kata Guntur, tidak lahir secara instan, melainkan dibangun melalui konsistensi tindakan, kecepatan pelayanan, serta kemampuan institusi dalam merespon kebutuhan masyarakat secara nyata.

Ia menilai, dalam beberapa tahun terakhir terdapat perkembangan positif yang terlihat pada aspek pelayanan publik, respons terhadap laporan masyarakat, serta pendekatan yang lebih dekat dengan warga.

Perubahan tersebut menjadi modal penting bagi Polri untuk terus meningkatkan profesionalisme, memperkuat integritas, serta membangun citra institusi yang semakin dipercaya oleh masyarakat.

Guntur juga menegaskan bahwa sinergi antara pemerintah, aparat penegak hukum, akademisi, dan seluruh elemen masyarakat sangat diperlukan untuk menciptakan suasana yang aman, kondusif, dan berkeadilan.

Menurutnya, pembangunan yang berkelanjutan tidak hanya bergantung pada kebijakan pemerintah semata, tetapi juga membutuhkan dukungan aktif dari seluruh komponen bangsa yang memiliki kepedulian terhadap kemajuan masyarakat.

“Sinergi yang kuat antara pemerintah, aparat penegak hukum, akademisi, dan masyarakat akan menjadi fondasi penting dalam mewujudkan pembangunan yang memberikan manfaat nyata bagi kesejahteraan rakyat,” tutupnya. (*)

Kamis, 28 Mei 2026

Ustadz Dahril Masril: Islam Mengajarkan Kasih Sayang, Bukan Radikalisme dan Terorisme

KAB. SOLOK | Ketua Yayasan Khalid Bin Walid Arosuka, Kabupaten Solok, Ustadz Dahril Masril menegaskan komitmennya dalam menolak segala bentuk paham intoleran, radikalisme, dan terorisme yang dapat mengancam persatuan bangsa. Seruan itu disampaikannya sebagai bentuk kepedulian terhadap pentingnya menjaga kerukunan di tengah keberagaman masyarakat Sumatera Barat.

Menurutnya, sikap toleransi harus terus ditanamkan dalam kehidupan bermasyarakat agar rasa persaudaraan dan persatuan tetap terjaga. Ia menilai seluruh elemen masyarakat, terutama tenaga pendidik, tokoh agama, dan para santri memiliki peran penting sebagai garda terdepan dalam menjaga keharmonisan sosial.

“Dengan semangat kebersamaan, kita berharap dapat mencegah berkembangnya paham-paham radikal dan intoleran yang dapat mengganggu stabilitas keamanan dan ketertiban masyarakat di Sumatera Barat,” ujar Ustadz Dahril Masril, Rabu (27/5).

Ia menegaskan, penyebaran paham intoleran, radikalisme, dan terorisme harus dilawan secara bersama-sama melalui penguatan nilai keagamaan yang damai dan semangat cinta terhadap Negara Kesatuan Republik Indonesia (NKRI).

Sebagai pimpinan yayasan dan pengelola pondok pesantren, Ustadz Dahril Masril mengaku terus mengajak para jemaah serta peserta didik untuk menolak keras segala bentuk ajaran yang menyimpang dari nilai-nilai Islam yang rahmatan lil alamin.

“Kami selalu mengajak para jemaah maupun peserta didik untuk tegas menolak paham intoleran, radikalisme, dan terorisme. Paham-paham tersebut sangat bertentangan dengan ajaran Islam yang sesungguhnya,” ungkapnya.

Ia juga mengajak seluruh masyarakat Ranah Minang untuk menjaga kebersamaan, memperkuat persatuan, serta bersama-sama menjaga bangsa dari ancaman ideologi yang dapat memecah belah masyarakat.

Menurutnya, intoleransi dan radikalisme bukan hanya berbahaya bagi stabilitas negara, namun juga bertentangan dengan ajaran agama yang mengedepankan kasih sayang, penghormatan terhadap sesama manusia, dan kehidupan yang harmonis.

“Paham intoleran, terorisme, dan radikalisme merupakan sesuatu yang tidak baik bagi bangsa dan negara ini. Islam tidak pernah mengajarkan kebencian ataupun tindakan yang merusak persatuan,” tegas Ustadz Dahril Masril.

Lebih lanjut, ia menuturkan bahwa ajaran Islam sangat menjunjung tinggi nilai kemanusiaan. Tidak hanya melarang tindakan kekerasan secara fisik, namun juga melarang menyakiti perasaan dan merendahkan martabat orang lain.

“Islam mengajarkan umatnya untuk saling menghargai, saling menyayangi, serta menjaga hubungan baik antar sesama manusia maupun antar umat beragama,” katanya.

Dalam upaya membangun generasi muda yang cinta tanah air, pihak yayasan juga terus memperkuat pembekalan wawasan kebangsaan kepada para santri. Langkah itu dinilai penting agar generasi muda memiliki integritas, rasa nasionalisme, dan semangat menjaga keutuhan bangsa.

Menurut Ustadz Dahril Masril, pembekalan wawasan kebangsaan menjadi salah satu cara efektif untuk memperkuat rasa cinta tanah air yang mulai terkikis di kalangan generasi muda, khususnya generasi Z dan Alfa.

“Pembekalan ini akan menambah pengetahuan santri tentang wawasan kebangsaan. Dari situ integritas mereka akan terbentuk dan rasa cinta terhadap tanah air akan semakin kuat,” pungkasnya.

TIM

Berita



Daerah

Padang